Pada dasarnya kami hanya mengikuti minat dan perkembangan belajar anak-anak kami, kami tidak mematok atau mengarahkan anak-anak kami pada salah satuu pilihan pendidikan, kami ajak mereka eksplorasi dan mencoba, kemudian pilihan atau kecenderungan minat cara belajar anak-anak kamilah yang akhirnya mengarahkan pada jalan homeschooling.

 

Kulwapp (Kuliah di Whatsapp Group) KERLAP BALITA

Homeschooling untuk Menjaga Semangat Belajar Anak

Rabu, 23 Agustus 2017
⏰Pukul 19.00-21.00

Moderator : Bibi Gita
‍Notulen : Bibi Indira
‍♀Nara Sumber: Bibi Laksmira Ratna Bayuardi

 

Data Diri Nara Sumber
Nama : Laksmira Ratna
Tempat / tanggal lahir : Jakarta / 31 Agustus 1978
Tempat tinggal : Apartemen Taman Rasuna
Suami : Anantio Bayuardi
Anak : 1. Amiratih Larasati Bayuardi ( 11th )
2. Bimoseno Yoddhaprakasa Bayuardi ( 5th )
Pendidikan : Psikologi, Child Psychology, Misdiagnosis&Dual Diagnoses in Gifted Children&Adults, Grafologi, Art Therapy&Positive Psychology
Pekerjaan : Ibu rumah tangga, grafolog, art therapy
Kegiatan sehari-hari : Jadi kepala sekolahnya anak-anak sekaligus pengawas dan observer-nya
Prinsip Hidup : Jangan berhenti belajar dan jangan berhenti berbagi

Sebelum jam 19.00 yuk baca dulu Prolog Kulwappnya.. Siapkan pertanyaan dan Japri pada Moderator ya. Saat Kulwap hanya ada dialog antara Moderator dan Nara Sumber

 

Prolog

Latar belakang HS
Pada dasarnya kami hanya mengikuti minat dan perkembangan belajar anak-anak kami, kami tidak mematok atau mengarahkan anak-anak kami pada salah satuu pilihan pendidikan, kami ajak mereka eksplorasi dan mencoba, kemudian pilihan atau kecenderungan minat cara belajar anak-anak kamilah yang akhirnya mengarahkan pada jalan homeschooling. Diawali dengan mengamati dan mengikuti minat dan semangat belajar dan eksplorasi anak pertama kami yang saya amati berbeda dari anak-anak lain seusianya namun unik dan dinamis serta dia sendiri tidak berminat untuk menjalani rutinitas dari sekolah formal, saya melihat anak kami lebih mudah mencerna pelajaran dengan hands in project dan private atau dengan grup kecil, sementara kinestetik dan interpersonal anak pertama kami yang cukup besar menjadikannya selalu ingin berinteraksi dengan teman dan bermain yang melibatkan aktifitas fisik. Sedangkan pada anak kedua kami, meskipun masih terus saya observasi dan menawarkan pilihan untuk eksplorasi pendidikan baik formal maupun non formal, namun penolakannya pada formal lebih besar dibandingkan kakaknya, dia juga lebih introvert serta semangat yang tinggi untuk bereksperimen, interpersonalnya tidak sebesar kakaknya tetapi justru itu pula yang jadi pertimbangan saya untuk hs, karena baginya perlahan, satu per satu dan kesiapan adalah hal yang paling penting dan utama baginya berprogres dengan baik dan dengan emosi yang positif.

Visi & Misi
Visi dan misi awal dan yang terus kami coba untuk jaga hingga saat ini adalah agar anak-anak kami terus menemukan gairah dalam belajar, tidak menjadikan belajar sebagai beban yang merubah emosi mereka menjadi negatif dan hilangnya semangat untuk belajar.

Yang kami lakukan dalam HS
Kami bersyukur berkesempatan melalui 2 jenis HS. Sejak Amiratih usia 2th saya sudah menjadwalkan kegiatan dan menyediakan workbook karena dia memang suka sekali mengerjakan pelajaran yang melatih kognisi melalui workbook yang warna warni penyajiannya, diusia 3th dan 5th dia sempat mencoba sekolah formal tapi tidak bertahan lama, selalu kemudian jenuh ngadat sekolah walaupun saat disekolah dia menikmati bermain dengan teman-temannya namun tidak tertarik untuk mengikuti akademisnya sehingga tidak ada progres. Ditempat tinggal kami anak-anak rutin bermain ditaman pagi dan sore, teman-teman merekapun berasal dari berbagai latar belakang baik usia maupun sekolah.

Amiratih diusia 7th mengikuti hs lembaga karena saat itu kami belum memahami adanya hs tunggal atau mandiri serta bagaimana prosesnya hs tunggal atau mandiri itu maka kami mengambil jalur lembaga dari kak Seto di jatibening, dia mengikuti program komunitas yaitu datang seminggu 3x, namun kemudian dikarenakan ada perubahan dalam lembaga tersebut jadi kami pindah ke lembaga kak Seto pusat di Tangerang saat naik kelas 3 kali ini dengan program DL atau distance learning hingga akhir kelas 4, dan kini untuk Amiratih kami menjalani hs semi tunggal dengan program IEP dari yayasan yang menaungi proses belajar keluarga hs, setelah secara mengejutkan hanya 2 hari sebelum UNPK A, Amiratih diberi kabar bahwa dia bisa mengikuti dan terdaftar sebagai peserta ujian UNPK A, dengan segala kekagetan dan shock saya sementara Amiratih santai saja, maka saya hanya persiapkan cara menjawab soal-soal saja, kami didaftarkan 1 tahun sebelumnya oleh teman kami yang berkutat dalam hs ini dan kami tidak ada hasrat lebih selain hanya mencoba, beberapa bulan setelah didaftarkan kami diberi kabar bahwa ditingkat provinsi Amiratih tidak lolos karena usianya dan kami menerima dengan santai, tapi kemudian menjelang detik-detik pelaksanaan UNPK Amiratih diharapkan hadir untuk ujian tepat diulang tahunnya yang memasuki batas usia minimum yaitu 11th dan karena informasi penerimaan dikabarkan langsung dari pusat maka kami jalani dengan ikhlas, dan ternyata Amiratih tidak hanya lulus tetapi nilai-nilai pun cukup baik dan saya heran, saya heran karena sepanjang ujian saya dan beberapa orangtua menunggui dengan setia didepan kelas yang dikelilingi kaca dan siswa siswi ujian dengan serius serta para guru pengawas pun bilang pada kami “mohon maaf, UNPK kami dilaksanakan dengan jujur dan transparan”, kemudian karena Amiratih belum pernah belajar materi kelas 5 dan 6, lalu juga sebagai pembuktian atas pernyataan dari salah 1 tutornya yang selalu mengatakan bahwa Amiratih bisa melebihi kelas atau usianya, dan bagi tutor yang satu lagi menurutnya Amiratih begitu kritis dan mudah jenuh bila belajar dengan cara konvensional dalam waktu yang lama. Dari hasil ujian dan pernyataan para tutor serta hasil komunikasi dan diskusi saya dan Amiratih maka kami memutuskan untuk tidak lagi menawarkan atau mengajak ekspolarasi Amiratih seputar sekolah bagi tingkatannya yang sekarang ini.

Ya, kami memiliki 2 tutor yang saya sudah pilih sendiri melalui observasi dan diskusi dengan Amiratih dan juga para tutor, karena Amiratih selama ini hingga UNPK dia hs lembaga maka 1 tutor akademis dan 1 tutor eksplorasi dan project yang sekaligus tutor bagi Bimo. Saya, Amiratih dan mereka berkomunikasi intensif, diskusi dan merumuskan metode-metode belajar yang perlu disesuaikan dan diperbarui, bisa dibilang kami berempat adalah tim edukasi rumah yang saling melengkapi selama 1-5 tahun ini.

Perkembangan belajar bagi anak-anak kami itu dinamis, pada Amiratih, diusia 5th sampai dengan 9th, Amiratih menikmati sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang tidak hanya melibatkan olah fisik tetapi juga sosialisasi, komunikasi dan seni ( dia sering sekali membuat prakarya dan instalasi seni serta menggambar ), namun tidak keseluruhannya dalam satu waktu ataupun terus berturut. Diusia 6th dia masuk kelas TK B disekolah terdekat dan baru dimana sekelas berisi 4 anak, dan tujuan yang dituju pada usia tersebut selama 1 tahun adalah belajar membaca karena saya nampaknya kurang sabaran kemudian guru les yang pernah dicoba pun kurang berhasil, kebetulan disekolah baru yang bersedia menerima anak usia 6th untuk menjadi murid sekolah tersebut menggunakan metode montessori dan Amiratih cocok sehingga dalam waktu 3 bulan dia sudah bisa membaca, untuk angka dan berhitung Amiratih menyukai sejak usia 5th sehingga tidak ada kendala, disore harinya kegiatannya beragam, dari les bahasa Inggris karena teman-teman mainnya les disana (dekat rumah), taekwondo (sejak usia 5th) dan menggambar dengan grup, diusia ni pula Amiratih suka membuat kalung dan gelang dengan judul dan cerita, dan karyanya dapat terjual hingga Amerika, namun seiring banyaknya permintaan, si artist usia 5th inipun merasa terpaksa dan menutup usahanya.

Diusia 7th taekwondo sudah tidak lagi dan diganti kumon (goal baginya adalah mendapatkan sticker), diusia 8th-9th semua kegiatan diusia sebelumnya tidak lagi, berganti menjadi gymnastic, dance, gitar dan drum, di usia 9th-10th Amiratih fokus di tomato art school dimana dia tidak hanya dapat eksplorasi seni dari berbagai media tetapi juga yang sangat dia sukai adalah menggambar atau lukis dengan melibatkan mix materials, namun sayangnya setelah pameran art school tersebut tutup, kegiatan pun bertambah dengan coding di klab oase, di usia 9th-11th ini dia mewarnai diantara kegiatan-kegiatannya, berdagang squishy dan barang-barang lainnya baik di bazar secara lepas tanpa sewa booth walaupun dengan resiko diusir panitia dan tetap nekat pindah posisi berjualan, maupun hampir setiap sore ditaman dengan tidak berharap banyak barangnya dibeli tetapi pengunjung boleh memainkan squishy nya ditempat atau membaca buku yang dijualnya setelahnya mereka diharapkan mengisi box tips, dan tips inilah yang bisa lebih banyak jumlahnya daripada uang hasil penjualan, hingga sampai dengan menyewakan pohon, ya, dia suka sekali memanjat apalagi pohon, dan kelihaiannya mengundang keinginan yang sama dari teman-temannya maupun adik-adik lain, dia namai setiap dahannya yang cukup besar untuk diduduki sebagai kamar, kamar-kamar tersebut disewakan 2000 rupiah seminggu, harga bisa berbeda tergantung arah pandang dahan atau kamar, untuk sewa pohonnya juga bisa tapi tentunya harga lebih tinggi.
Saat ini Amiratih fokus aktif di project pramuka oase dimana life skill dan real life project dengan team work.

Untuk Bimo, karena dia sedang berubah metode belajarnya dari yang tadinya selama 1 tahun hs dengan montessori 3x seminggu menjadi benar-benar bubrah dan fokus pada sosialisasi karena saat ini minat terbesarnya adalah bersosialisasi, sebelumnya dia tidak begitu berminat sosialisasi. Bimo adalah pejalan kaki sambil belajar, Bimo juga sangat musikal, yang berarti musik dan nada sangat mudah sekali dia hafalkan seketika, Bimo memiliki kecintaan yang besar terhadap alam sekitarnya, Bimo adalah penggemar berat tata surya dan geologi, kinestetiknya lebih cenderung pada taktilnya dibandingkan body, diapun berbeda dengan kakaknya maka untuk saat ini baginya saya terapkan unschooling. Berbeda dengan kakaknya yang lebih cenderung multi talented atau multi minat, Bimo lebih pada mastering namun dengan banyak eksperimen sesuai keingintahuannya.

Keduanya rutin 1 minggu 1x berenang dengan saya gurunya karena untuk berenang anak-anak kami ini sangat sangat unik hanya mau dengan saya sebagai gurunya, kedua anak ini cukup banyak kesamaannya satu sama lain meskipun bedanya adalah pada Bimo dia lebih menunjukkan rasa khawatir saat masuk kedalam air dan reaksi pertama tubuhnya adalah kakinya langsung memeluk tubuh saya, dan bagi Bimo, segala sesuatu yang dicoba diterapkan padanya apabila ada sedikit rasa enggan atau terpaksa ataupun ada nada paksa atau marah dari saya maupun siapapun, dia akan menarik diri dan bila terus dipaksa dia akan trauma dan menunjukkan regresi emosi, namun apabila dia siap dan justru kami maupun siapapun tidak membujuknya atau sedikit sekali bujukan maupun teguran, dia akan dengan sendirinya bersedia menjalani apapun itu dengan sangat baik dan mandiri. Begitupun dalam renang, seiring waktu dan perlahan kini dia jauh lebih berani meskipun wajah belum berani masuk dalam air. Saya ambil contoh Amiratih untuk menjelaskan kemiripan keunikan mereka, diawali hanya suka main air, tanpa mau masuk wajah dan kepalanya sehingga saya ajarkan bagaimana mengapung untuk keselamatan, namun seiring waktu dan eksperimen diapun sudah berani menyelam dan dikolam dalam sehingga sudah 3 tahun ini setiap renang dia saya haruskan renang gaya dada 3 kali (6 kali bolak balik), kenapa gaya dada? Karena ibunya hanya bisa gaya dada, sedangkan untuk Bimo saat ini berani saya pegangi lengan dan badan mengambang tanpa jaket pelampung serta setiap kaki menendang air saya bergerak maju dan dia bersemangat, itu sudah suatu progres dalam air yang sangat baik bagi saya.

Suka duka HS
Dukanya? Kami tidak berduka, setiap kali saya tanyakan dan tawarkan pada anak-anak saya selalu jawabnya tidak mau sekolah, perbedaan perjuangannya dibandingkan keluarga yang bersekolah formal mungkin adalah, intensitas yang lebih orangtua sebagai pengawas, kepala sekolah serta pengubah metode belajar anak atau bisa disebut juga perancang metode edukasi terpersonalisasi, karena sejatinya anak-anak bertumbuh dan berkembang maka metode belajar merekapun akan berbeda dalam setiap perkembangannya sebagaimana mereka adalah individu yang berbeda satu dengan lainnya. Sukanya, sangat suka sekali melihat progres perkembangan mereka dengan mata kepala hati serta energi kita sendiri dan melihat begitu banyaknya keterlibatan berbagai hal dalam hidup ini untuk sumbangsih pertumbuhan dan pengetauan anak-anak kami yang kami syukuri, dan terutama, suka sekali melihat semangatnya mereka belajar dan eksplorasi. Tutor dan fasilitator anak-anak kami adalah bagian dari tim edukasi yang luar biasa bagi saya dan hanya bisa terbentuk melalui jalinan komunikasi, diskusi, kepercayaan satu sama lain dan kerjasama selama lebih dari 1 hingga 5 tahun.
Kedua anak kami suka sekali doodling, dan dari doodles, tulisan tangan serta observasi saya dapat mengidentifikasi minat-minat, bakat dan kearah manakah kesiapan mereka serta tindakan seperti apa untuk mendorong mereka maupun menetralisir dan identifikasi apabila ada regresi atau perubahan yang menurut kami kurang positif.

1⃣Pertanyaan dr mba popi. Membaca perjalanan HS kakak Amiratih yg dinamis,penting sekali observasi yg rutin tentang minat anak ya mba..
Bagaimana cara meyakinkan diri ortu (yg awam ini) utk memilih aktivitas yg sesuai dengn minat anak saat itu?

seringkali muncul keraguan, ini beneran dia (anak) suka ga ya? atau koq anakku cepat bosan sih?

Jawaban utk mba popi ✅ :
Bila anak menyukainya berarti cocok. Anak2 memang membutuhkan eksplorasi dan besar keingintahuannya sehingga seringkali tampak mudah bosan, selain itu jg pada anak-anak yg visualnya kuat banyaknya stimulasi didepan mata akan mudah teralihkan, kemudian jg pd anak yg cepat menguasai suati permainan maka ia akan bosan dan ingin berganti pd tantangan berikutnya

2⃣pertanyaan dari mba zia.

Malam bibi Laksmira, saya mau bertanya 3 pertanyaan yaa…
1. Dg mengikuti HS mandiri, gmn cara penilaian hasil belajar dan raport Amiratih? Krn setau saya utk mengikuti ujian paket A hrs memberikan hasil raport kelas 4, 5 dan 6.
2. Boleh tau ga bi dilembaga mana Amiratih berpayung? Apa hak dan kewajiban sebagai anggota disana?
3. Bagaimana bibi membuat program pembelajaran utk Amiratih? Apakah mengacu pada metode tertentu?

jawaban utk mba zia ✅ :
1. Itu sebabnya kami memiliki 2 tutor bibi, 1 tutor utk latihan akademisnya seminggu 2x, dan 1 tutor lg utk project2 yg disesuaikan dg minat dan bakatnya.
2. Utk project diluar kebutuhan akademis saya lihat dr progres dlm prosesnya, bgmn kedisiplinannya, skill nya yg bertambah dan atau perlu dilatih, kemampuan interpersonal dalam team work, utk yg akademis saya memggunakan buku2 latihan ujian.
3. Saya sesuaikan dengan kecenderungan perkembangan utk usianya tp tdk memaksakan, sekaligus sesuai minatnya.✅

3⃣Pertanyaan dr bibi Ita

Apakah kita perlu “memaksa” pada anak manakala anak sedang dalam kondisi turun semangatnya bahkan tdk mau sama sekali pada suatu kegiatan yang sebelumnya telah kami sepakati??

jawaban utk bibi ita ✅ :
jangan dipaksa tp tunjukkan saja konsekuensinya. Jadi sebelumnya sdh ada penjelasan dan kesepakatan konsekuensi.

4⃣. Pertanyaan dr bibi rina ibu dr 6 anak Alhamdulillah..anak2 kami senang mbaca smua..tp masalahnya..yg dy sukai bukan mbaca buku pelajaran sklh,tp buku2 diluar sklh baik buku ttg ilmu pngetahuan dan buku cerita..gmn baiknya ya spy mrk suka mbaca buku pelajarannya dgn suka hatiYg kdua..anak2 kami klo mbaca itu cepoat skli..spt minum obat..wakauoun kalo ditnya pd bs dan dikelas jg bs..tp apakah akan mnjd habit nya? Apakah sistim blajar spt itu baik? Apakah akan bs akan tersimpan lama di otaknya

jawaban utk bibi rina ✅ :
membaca dan mencerna cepat tdk apa2 bi, selama anak menikmati, memori berkaitan erat dg emosi, shg apabila ana senang atau positif emosinya dg sendirinya akan tersimpan. Saya rasa ananda memiliki gaya belajar visual picture ya bi, jd lbh masuk saat baca diiringi warna dan gambar, bila isi materi sama2 baik maka saya kira tdk perlu memaksakan satu jenis buku yg tdk nyaman bagi belajar ananda

5⃣pertanyann dari bibi dhini bunda jasmine.. sy punya pertanyaan buat nara sumber. Apa indikator nya anak tdk siap atau tdk cocok dg sekolah formal. Observasi yg dilakukan seperti apa? Dan brp lama. Apakah perlu konsultasi ke dokter atau psikolog ya mungkin tepatnya. Terima kasih

jawaban utk bibi dhini ✅ :
indikator yg utama adl perubahan tp tdk positif, baik emosi, perilaku dan termasuk perubahan dlm tidur (mimpi buruk/tdk nyenyak), observasi dg pengamatan termasuk mengamati perubahan dlm doodles, berapa lama pd tiap anak berbeda, bila ibu sangat bingung silahkan berkonsultasi.

6⃣. Pertanyaan dr bibi mia. Bibi, sy titip prtanyaannya yaa
Gmn mbangun kesepakatan dgn pasang dn keluarga?yg tdk paham konsep HS.

jawaban utk bibi mia ✅
kesepakatan dg keluarga ini memang yg justru issue utama dlm memilih jalur pendidikan pd anak, yg pertama tentunya keduanya hrs terbangun dan terbuka keingintahuannya dlm pendidikan, turut terlibat dlm observasi dan komunikasi dg anak ✅

7⃣ pertanyaan dr bibi Wanda

Bagaimana format dan nilai raport anak bagi keluarga homeschooling tunggal/mandiri?

jawaban utk bibi wanda ✅
bentuk bisa berbeda beda bi, tergantung kesepakatan atau visi misi bibi dan anak raport akan seperti apa, bibi bisa mencontoh raport sekolah formal misalkan bila yg dituju adl akedrmis, atau isinya disesuaikan, atau bs jg laporan progres/skill secara kualitatif, bisa mencontoh dan isi disesuaikan✅

Kesimpulan :
✅Memilih HS dibutuhkan keyakinan dari orgtua. Selama kita percaya dan yakin makan niat dan tujuan baik akan tercapai.
✅ memulai HS berarti orgtua hrs siap belajar extra sabar dan penasaran terutama pd saat proses observasi anak, agar dpt menggali dan menemukan minat dan bakat anak.
✅anak2 HS baik yg tergabung dlm lembaga ataupun tidak, sama2 bisa mengikuti ujian paket.
✅ketika orgtua sdikit ‘menyerah’ di tengah menjalani HS bersama anak..ini pesan bibi Laksmira :
orangtua juga manusia , lelah itu dan mood swing ya wajar, berliburlah dulu, cari2 kegiatan yg mengalihkan mood atau memeperkaya justru, bisa jg, yg jelas krn ambil hs itu adl utk mempertahankan semangat anak pd bertumbuh dan.berprogres dalam hidup, bukan krn target2 akademis dan angka2 pengukun pencapaian, maka take it easy ya bii

dari KERLAP untuk KERLAP